hanya sebuah celoteh dari saya

Senin, 14 Januari 2008

Cerpen karya Adhika Wimbardi

Friendster

Apa yang membuatku begitu berlama-lama membuka friendster ya??? tanyaku dalam hati ketika melihat salah satu profil “teman” yg tidak aku kenali!!!

Begitu cantiknya orang itu, kataku!

Damana ya dia tinggal?

Aku ingin bertemu dengannya!

Kataku dalam hati!!

Setelah melihat begitu lama, aku menemukan bahwa orang itu berada di Bandung!!

“Hore” teriaku.

Aku pun memberikan testi kepadanya, sebagai “salam perkenalan”.

Hi, thx for the approve y? salam kenal. Tulisku di dalam testimonial!

Hi juga, sama2! Jawabnya

Hore aku pun berteriak kesenangan karena ada balesan langsung dari dia!

Kamu tinggal di Bdg y, dmnnya?

Iya, d Antapaninya!

Aku pun tambah kesenengan, begitu mendengar kata ANTAPANI, karena rumah ku juga berada disitu!

Dmn Antapaninya?

D jl burangrang, jawabnya

Owh, aq juga tinggal di deket situ juga loh! Hehe

Begitu lama aku berbalas testi dengannya!

Sampai-sampai aku berfikiran ingin bertemu dengannya bila aku pulang nanti, karena keberadaanku sekarang bukan di Bandung.

Setelah sekian hari kami tidak saling kontak, akhirnya aku memutuskan hubungan kontak dengannya. Aku pun tidak memikirkan kan dia lagi, apalagi menulis testi kepadanya.

Setiap kali aku “internetan” aku pun dengan biasa membuka friendster dengan forum yang lainnya.

Ketika kubuka profilnya aku pun bicara :

“ngapain lagi aku berfikiran ingin bertemu dia, kenal saja tidak, baru dalam chat itu doang, apalagi kenal “semuanya”, cantik sih cantik, tapi bisa saja itu foto orang lain, ato foto artis beneran terus di edit” kataku karena memang dia mirip dengan artis. Aku pun langsung mengalihkan profil dia ke profil aku sendiri.

Setelah berjam-jam di depan komputer, aku pun dikagetkan dengan suara Bapak dan Ibuku

“ udah atuh, meuni internetan aja, ntar sakit mata loh, lagian belum makan kan? Sana makan dulu” katanya.

Aku pun me logoff semua web yang ku buka, dan mematikan komputer itu! Diteruskan dengan makan.

Pada saat makan aku terbayang-bayang terus wajahnya itu, wajah perempuan yang belum aku kenal itu yang kubuka di friendster pada waktu itu.

Aduh parah banget nieh aku, udah ah, ngapain lagi mikirin dia, mending memikirkan pr Bahasa Indonesia yang disuruh buat cerpen ini, yang belum aku buat, kataku dalam hati sambil mengunyah makanan yang kusantap.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda